Jelang Ramadan dan Idul Fitri, Pemprov Sumut Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Terkendali

topmetro.news, Medan – Jelang Ramadan dan Idul Fitri, Pemprov Sumut Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Terkendali.

Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara (Setdaprovsu), Poppy Marulita Hutagalung memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok di Sumatera Utara tetap terjaga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Ramadan dan Idul Fitri.

Hal tersebut disampaikannya dalam pemaparan terkait kondisi inflasi, pasokan pangan, serta langkah pengendalian harga yang dilakukan pemerintah daerah bersama instansi terkait di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jumat (13/2/2026).

Poppy menjelaskan, berdasarkan data terbaru, inflasi year-on-year (yoy) Sumatera Utara tercatat sebesar 3,81 persen. Sementara itu, inflasi month-to-month (mtm) berada di angka minus 0,75 persen.

“Inflasi year-on-year kita berada di angka 3,81 persen, dan month-to-month minus 0,75 persen. Artinya, secara bulanan ada dinamika menuju stabilisasi harga,” ujarnya.

Menurutnya, angka tersebut menunjukkan kondisi harga yang relatif terkendali, meskipun tetap perlu diantisipasi karena biasanya terjadi peningkatan permintaan menjelang HBKN.

Dari sisi ketersediaan pasokan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan sejumlah komoditas utama dalam kondisi aman. Komoditas seperti beras, daging ayam, telur ayam, cabai merah, dan cabai rawit dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat beberapa komoditas yang belum sepenuhnya tercukupi dari produksi lokal, seperti bawang merah.

“Untuk sebagian besar komoditas, produksi kita mencukupi. Memang ada beberapa seperti bawang merah yang belum sepenuhnya terpenuhi dari produksi lokal, tetapi secara umum pasokan 14 bahan pokok penting aman,” jelasnya.

Ke-14 bahan pokok penting (bapokting) yang dimaksud mencakup beras, gula, minyak goreng, daging, telur, cabai, dan komoditas strategis lainnya yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Selain memastikan ketersediaan stok, Poppy menekankan bahwa distribusi menjadi aspek krusial dalam menjaga stabilitas harga. Pemerintah daerah telah melakukan koordinasi dengan distributor serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk memastikan kelancaran distribusi hingga ke tingkat pengecer.

“Setelah pasokan aman, fokus berikutnya adalah distribusi. Kita memastikan distribusi bahan pokok utama tetap berada di dalam provinsi dan sampai ke pengecer dengan lancar,” katanya.

Ia menegaskan, Sumatera Utara merupakan provinsi yang berperan sebagai penghasil sekaligus konsumen. Oleh karena itu, kebijakan stabilisasi harga harus mempertimbangkan kedua sisi tersebut agar tidak merugikan produsen maupun konsumen.

Menghadapi potensi kenaikan harga menjelang Ramadan dan Idul Fitri, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga berkoordinasi dengan aparat penegak hukum. Polda Sumatera Utara telah membentuk Satgas Sapu Bersih (Saber) untuk memantau pergerakan harga dan distribusi 14 bapokting.

“Satgas Saber ini bertugas memonitor 14 bahan pokok penting secara berkesinambungan, bukan hanya menjelang Idul Fitri, tetapi juga untuk HBKN lainnya seperti Idul Adha,” ungkap Poppy.

Ia menambahkan, intervensi pasar akan dilakukan apabila harga komoditas melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Penjualan (HAP) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Intervensi pasar kita lakukan jika harga sudah melebihi HET atau HAP. Selama masih di bawah batas tersebut, kita tetap lakukan pemantauan intensif,” tegasnya.

Dari hasil inspeksi mendadak (sidak) pasar yang telah dilakukan, ditemukan bahwa stok pangan mencukupi dan distribusi berjalan baik. Meski terdapat sedikit kenaikan harga pada beberapa komoditas, kenaikan tersebut masih dalam batas wajar dan berada di bawah HET maupun HAP.

“Kita melihat ada sedikit kenaikan harga, tetapi masih dalam batas normal dan belum melampaui HET. Stok juga dalam kondisi aman,” jelasnya.

Menutup pernyataannya, Poppy mengimbau masyarakat agar tidak khawatir ataupun melakukan pembelian berlebihan menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

“Kami pastikan stok pangan mencukupi, distribusi lancar, dan harga masih dalam batas normal. Masyarakat tidak perlu panik,” ujarnya.

Pembahasan selanjutnya, kata dia, akan dilanjutkan oleh pihak terkait mengenai langkah-langkah perdagangan dan strategi penguatan stok serta stabilitas harga selama Ramadan hingga Idul Fitri.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara optimistis stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri dengan tenang.ekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara (Setdaprovsu), Poppy Marulita Hutagalung memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok di Sumatera Utara tetap terjaga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Ramadan dan Idul Fitri.

Hal tersebut disampaikannya dalam pemaparan terkait kondisi inflasi, pasokan pangan, serta langkah pengendalian harga yang dilakukan pemerintah daerah bersama instansi terkait di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jumat (13/2/2026).

Poppy menjelaskan, berdasarkan data terbaru, inflasi year-on-year (yoy) Sumatera Utara tercatat sebesar 3,81 persen. Sementara itu, inflasi month-to-month (mtm) berada di angka minus 0,75 persen.

“Inflasi year-on-year kita berada di angka 3,81 persen, dan month-to-month minus 0,75 persen. Artinya, secara bulanan ada dinamika menuju stabilisasi harga,” ujarnya.

Menurutnya, angka tersebut menunjukkan kondisi harga yang relatif terkendali, meskipun tetap perlu diantisipasi karena biasanya terjadi peningkatan permintaan menjelang HBKN.

Dari sisi ketersediaan pasokan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan sejumlah komoditas utama dalam kondisi aman. Komoditas seperti beras, daging ayam, telur ayam, cabai merah, dan cabai rawit dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat beberapa komoditas yang belum sepenuhnya tercukupi dari produksi lokal, seperti bawang merah.

“Untuk sebagian besar komoditas, produksi kita mencukupi. Memang ada beberapa seperti bawang merah yang belum sepenuhnya terpenuhi dari produksi lokal, tetapi secara umum pasokan 14 bahan pokok penting aman,” jelasnya.

Ke-14 bahan pokok penting (bapokting) yang dimaksud mencakup beras, gula, minyak goreng, daging, telur, cabai, dan komoditas strategis lainnya yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Selain memastikan ketersediaan stok, Poppy menekankan bahwa distribusi menjadi aspek krusial dalam menjaga stabilitas harga. Pemerintah daerah telah melakukan koordinasi dengan distributor serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk memastikan kelancaran distribusi hingga ke tingkat pengecer.

“Setelah pasokan aman, fokus berikutnya adalah distribusi. Kita memastikan distribusi bahan pokok utama tetap berada di dalam provinsi dan sampai ke pengecer dengan lancar,” katanya.

Ia menegaskan, Sumatera Utara merupakan provinsi yang berperan sebagai penghasil sekaligus konsumen. Oleh karena itu, kebijakan stabilisasi harga harus mempertimbangkan kedua sisi tersebut agar tidak merugikan produsen maupun konsumen.

Menghadapi potensi kenaikan harga menjelang Ramadan dan Idul Fitri, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga berkoordinasi dengan aparat penegak hukum. Polda Sumatera Utara telah membentuk Satgas Sapu Bersih (Saber) untuk memantau pergerakan harga dan distribusi 14 bapokting.

“Satgas Saber ini bertugas memonitor 14 bahan pokok penting secara berkesinambungan, bukan hanya menjelang Idul Fitri, tetapi juga untuk HBKN lainnya seperti Idul Adha,” ungkap Poppy.

Ia menambahkan, intervensi pasar akan dilakukan apabila harga komoditas melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Penjualan (HAP) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Intervensi pasar kita lakukan jika harga sudah melebihi HET atau HAP. Selama masih di bawah batas tersebut, kita tetap lakukan pemantauan intensif,” tegasnya.

Dari hasil inspeksi mendadak (sidak) pasar yang telah dilakukan, ditemukan bahwa stok pangan mencukupi dan distribusi berjalan baik. Meski terdapat sedikit kenaikan harga pada beberapa komoditas, kenaikan tersebut masih dalam batas wajar dan berada di bawah HET maupun HAP.

“Kita melihat ada sedikit kenaikan harga, tetapi masih dalam batas normal dan belum melampaui HET. Stok juga dalam kondisi aman,” jelasnya.

Menutup pernyataannya, Poppy mengimbau masyarakat agar tidak khawatir ataupun melakukan pembelian berlebihan menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

“Kami pastikan stok pangan mencukupi, distribusi lancar, dan harga masih dalam batas normal. Masyarakat tidak perlu panik,” ujarnya.

Pembahasan selanjutnya, kata dia, akan dilanjutkan oleh pihak terkait mengenai langkah-langkah perdagangan dan strategi penguatan stok serta stabilitas harga selama Ramadan hingga Idul Fitri.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara optimistis stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri dengan tenang.

Penulis | Erris

Related posts

Leave a Comment